Saturday, April 4, 2015

PROUDLY PRESENT :

GEBYAR KAHFI 2015
ROIS FEB UNILA

Rangkaian acara "Perlombaan dan Seminar"
Pelaksanaan Acara Pada Tanggal 25-26 April 2015

- Perlombaan
  1. LCT Ekonomi dan Keislaman
      Pendaftaran dimulai tanggal 5-18 April 2015
      Biaya Pendaftaran Rp.120.000 per team

  2. Tahfiz Quran Juzz 30
       Pendaftaran dimulai tanggal 5-20 April 2015
       Biaya Pendaftaran Rp.25.000 per orang

  3. Artikel Islami
      Tema : Perekonomian Indonesia Menurut Perspektif Islam
      Pendaftaran dimulai tanggal 5-20 April 2015
      Biaya Pendaftaran Rp.20.000 per orang

- Seminar Ekonomi Islam
  Tema : “Fenomena Riba yang menjadi bagian dari gaya hidup”
  Pendaftaran dimulai tanggal 5-20 April 2015
  Biaya Pendaftaran Rp.10.000 per orang

FORMAT PENDAFTARAN
1.       Lomba LCT dengan ketik :
      DAFTAR#LCT#NAMA TIM#ASAL INSTANSI

2.       Lomba Tahfiz Juzz 30 dengan ketik :
      DAFTAR#LTJ#NAMA#ASAL INSTANSI

3.       Lomba Artikel dengan ketik :
      DAFTAR#LART#NAMA#ASAL INSTANSI

4.       Seminar Ekonomi Islam dengan ketik :
       DAFTAR#SEI#NAMA#JURUSAN#ASAL INSTANSI

Kirim ke : Laki-laki    :  089601172170
    Perempuan : 089652090081

Peserta Terbatas Ayo Daftarkan Diri Anda !
Dapatkan Sertifikat, Free Snack dan Hadiah Pemengang

Tunggu info selanjutnya dan terus pantengin saja sosial media kami :
Blog          :  gebyarkahfi2015.blogspot.com
Twitter       : @roisfebunila
Facebook  : Rois Feb Unila

Informasi Lebih Lanjut:
CP : Ardanta (089601172170)
        Debby (085768515030)

Fast Response…

JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIR ...
Grin Emotikon, Grin Emotikon

Bantu Share !!

Friday, March 20, 2015

Pada sabtu-minggu,14-15 Maret 2015 berlangsungnya Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Islam Tingkat Dasar (LKMI-TD) di Gedung A1 Fakultas Hukum Universitas Lampung.
Agenda ini di ikuti oleh berbagai fakultas dari ROIS FEB, FOSSI FH, FSPI FISIP, dan FPPI FKIP. Peserta yang nengikuti LKMI-TD yang kurang lebih berjumlah 130 peserta mengikuti dengan hikmat dan lancar.

Monday, January 19, 2015

Waktu adalah modal terbesar bagi seseorang dan merupakan pokok kehidupannya. Karena begitu pentingnya waktu bagi seorang muslim maka Allah subhanahu wata?ala bersumpah dengannya. Allah subhanahu wata?ala berfirman yang artinya, “Demi waktu Ashar”, “Demi waktu Fajar”, “Demi waktu Dhuha”, “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari”, “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)”, dan lain sebagainya yang terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’anul Karim. 

Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam telah bersabda, “Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya; Yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Imam al-Bukhari). 

Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata menggambarkan tentang kehidupan, “Tahun adalah ibarat pohon. Bulan adalah cabang-cabangnya. Hari-hari adalah dahan-dahannya. Jam adalah daun-daunnya. Nafas-nafas adalah buahnya. Maka barangsiapa yang tarikan nafasnya berada dalam ketaatan, maka buahnya adalah pohon yang berbuah baik. Dan barangsiapa yang tarikan nafasnya berada dalam kemaksiatan maka buahnya adalah pohon yang buahnya pahit rasanya. Maka buah apakah yang engkau inginkan? 

Saudaraku yang sedang menanti waktu liburan! Berikut ini beberapa jadual acara yang dapat membantumu dalam memanfaatkan waktu di masa liburan. Semoga masa liburan yang akan segera kalian lalui medatangkan manfaat yang besar baik dalam urusan agama maupun keduniaan. Dalam hal ini peran para orang tua untuk mengarahkan putra putrinya mengisi masa liburan juga tak kalah penting. 

1. Menghafal Al-Qur’anul Karim.
 
Telah bersabda Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. Ada sebagian generasi muslim melewati banyaknya waktu libur dengan membaca beraneka ragam bacaan. Namun sayang sekali, mereka tak meluangkan sedikit pun waktu liburnya untuk membaca Al-Qur’an, lebih-lebih menghafalkannya. Maka bersemangatlah dalam menekuni bacaan Al-Qur’an bersama teman ataupun sahabatmu yang dapat membantu melakukan hal tersebut. Bersemangat lah untuk menghafal Al-Qur’an di sela-sela waktu liburan ini dengan target misalnya minimal lima ayat setiap harinya dan membacanya pada saat engkau melakukan shalat-shalat sunnah dan shalat-shalat sirriyyah. Dengan melakukan itu -atas izin Allah subhanahu wata?ala- engkau akan melihat banyaknya kebaikan. 

2. Mengkaji Hadits-hadits Nabi 

Tamaklah terhadap hadits-hadits Nabi shallallahu ?alaihi wasallam yang mulia; dengan cara membaca dan menghafalnya. Salah satu dari kitab-kitab hadits adalah kitab Riyadhus Shalihin karya al-Imam an-Nawawi. Di dalamnya terdapat banyak kebaikan. Maka bacalah setiap hari hadits yang terdapat dalam kitab tersebut. Berapa banyak hadits Nabi shallallahu ?alaihi wasallam yang kita tidak megetahuinya?. 

3. Umroh dan Mengunjungi Dua Tanah Haram (Makkah dan Madinah).
 
Apabila engkau memiliki rizqi yang mencukupi untuk menunaikan ibadah umrah dan mengunjungi dua tanah haram maka lakukanlah. Berlibur ke dua Tanah Haram lebih bermanfaat bagimu daripada engkau menghabiskan liburanmu di negera-negera kafir penganut faham kebebasan mutlak serta membiarkan kerusakan dan tidak dipedulikannya kemungkaran yang mengancam agama dan moralmu. 

Selain itu, umroh juga merupakan ibadah yang dapat menghapus dosa-dosa kecilmu. Sebagaimana hal ini telah di jelaskan dalam hadits Nabi shallallahu ?alaihi wasallam beliau bersabda, “Umroh sampai umroh berikutnya adalah penghapus dosa-dosa yang dilakukan di antara keduanya, jika engkau menjauhi dosa-dosa besar”. (Dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim). 

Berapa banyak pahala shalat di Masjidil Haram? Satu kali shalat di sana lebih utama daripada seratus ribu kali shalat di tempat yang lain. Satu kali shalat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali daripada shalat di tempat yang lain, kecuali Masjidil Haram (karena Masjidil Haram lebih utama daripada Masjid Nabawi). Maka berapa banyakkah pahala yang akan engkau dapatkan? Namun perlu engkau perhatikan, yakni gunakanlah waktumu di sana seefisien mungkin agar terhindar dari penyia-nyiaan waktu yang tidak memberi manfaat kepadamu. 

4. Silaturrahim.
 
Dari Aisyah radhiyallahu ?anha dia berkata, “Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam telah bersabda, “Rahim itu digantung di ‘Arsy, dia berkata, “Siapa yang menyambungku maka Allah menyambungnya dan siapa yang memutusku maka Allah memutusnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). 

Seorang penuntut ilmu pada masa aktif belajar mungkin saja beralasan untuk tidak bersilaturrahim, disebab kan kesibukan. Maka masa liburan merupakan kesempatan yang tepat untuk bersilaturrahim. Perlu diketahui, silatruhami merupakan perbuatan baik yang membuahkan berbagai manfaat, di antaranya yaitu; silaturahim menumbuhkan rasa kasih sayang dan penyebab masuk ke dalam surga. Selain itu, silaturahim juga merupakan sarana untuk memanjangkan umur dan sarana untuk meraih keluasan rizqi. Alangkah indahnya para kaum kerabat yang saling bersilaturrahim dan saling membantu satu dengan yang lainnya dan membuat jadwal khusus untuk mengunjungi saudara-saudara mereka meski hanya dalam hitungan menit. 

5. Bersemangat dalam Bekerja, Belajar, dan Mengasah Keahlian.
 
Liburan bukan berarti waktu untuk tidur dan begadang. Demi Allah, tidak demikian. Carilah pekerjaan yang engkau dapat memperoleh sesuatu dari balik pekerjaan tersebut. Jika engkau enggan untuk melakukan hal tersebut, maka ikut sertalah dalam kegiatan-kegiatan pendidikan intensif berupa pengembangan profesi seperti teknik listrik, komputer dan lain sebagainya. Atau bisa juga engkau mengembangkan bakat yang engkau miliki (yang tidak bertentangan dengan syari’at), seperti tulis menulis dan latihan berpidato. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut engkau akan meraih banyak manfaat yang dapat engkau petik hasilnya dalam kehidupanmu. 

6. Menguatkan dan menyempurna kan kelemahan dalam mata pelajaran.
 
Bukanlah sesuatu yang aneh jika ada sebagian pelajar yang memiliki kelemahan dalam mata pelajaran tertentu. Kelemahan dalam pelajaran agama Islam seperti kurang cakap dalam membaca Al-Qur’an atau pun menulisnya, lemah dalam bidang matematika, lemah dalam bahasa asing dan pelajaran-pelajaran lainnya yang menyebabkan ia tertinggal dalam kegiatan proses belajar. Sayangnya sering kita dapati sebagian dari mereka (yang memilki kelemahan dalan mata pelajaran) tidak berpikir untuk memperbaiki kondisi ini. Mereka baru berusaha memperbaikinya ketika mereka memasuki masa ujian, atau ketika di mulai kembali kegiatan belajar mengajar. Padahal masa liburan merupakan kesempatan yang sangat baik bagi siswa untuk menyempurna kan kekurangan dalam materi pelajaran. 

7. Menyiapkan Pelajaran untuk Tahun-tahun yang Akan Datang.
 
Ini merupakan hal yang terasa berat yang dirasakan oleh sebagian kita. Sebagian di antara kita lebih memilih duduk santai dan tidak menghiraukan sedikit pun materi-materi yang akan dipelajari pada tahun-tahun yang akan datang. Cobalah kamu pinjam beberapa buku kakak kelasmu atau teman-temanmu yang telah lebih dulu mempelajari materi pelajaran yang akan engkau pelajari pada tahun selanjutnya. Dengan cara ini maka engkau akan mengetahui apa-apa yang akan engkau pelajari di kelas barumu nanti. 

8. Mengunjungi Ahli Kebaikan.
 
Seperti para ulama, para ustadz dan orang-orang sholih. Jangan lupa pula mengunjungi guru maupun wali kelasmu. Begitu pula teman-temanmu yang baik yang dalam diri mereka terdapat banyak kebaikan. Ketauhilah, kunjungan yang didasari persaudaraan di dalamnya terdapat pahala yang begitu besar. Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam telah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dengan sanad hasan dari Abu Musa al-Asy’ary radhiyallahu ?anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya di jalan Allah, maka ia dipanggil oleh pemanggil, “Sangat bagus kamu dan sangat baik perjalananmu dan kamu mengambil satu tempat di Surga”. 

9. Membiasakan Diri Beribadah. 

Masa liburan merupakan peluang yang bagus untuk melatih diri beribadah. Seperti shalat-shalat sunnah rawatib, puasa sunnah, shalat malam, memelihara shalat berjama’ah dan amalan-amalah ibadah lainnya. Semoga Allah subhanahu wata?ala memberi taufik kepada kita semua untuk senantiasa melakukan kebaikan. 

10. Beramah-tamah dengan Keluarga. 

Beramah tamah dengan keluarga bisa dilakukan dengan cara melakukan perjalanan (rihlah) yang dibolehkan bersama mereka seperti rekreasi ke pantai maupun melihat suasana persawahan dan pegunungan. Hindari segala jenis permainan yang diharamkan. Hindari pula menyaksikan wanita-wanita yang memamerkan keindahan anggota badan. Jangan lupa pula, perintahkan keluargamu memakai pakaian yang syar’i yang menutup anggota tubuh mereka dengan sempurna. 

11. Mendengarkan Segala Sesuatu yang Bermanfaat. 

Baik dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat suci al-Qur’an, kaset-kaset yang bermanfaat ataupun selain keduanya. Sesungguhnya di dalamnya terdapat banyak kebaikan dan manfaat-manfaat yang besar. Jauhkanlah dirimu dari mendengarkan suara-suara yang diharamkan seperti nyanyian-nyanyian, kata-kata cabul dan kotor, dan segala perkataan yang tidak diridhoi Allah subhanahu wata?ala dan Rasul-Nya. (Zainal Abidin) 

Sumber : www.kajianislam.net

Friday, December 26, 2014

Melihat dan memperhatikan serta merenungi saat ini telah memasuki bulan terakhir dalam masehi. Sebentar lagi akan memasuki tahun baru, dan apa yang harus kita persiapkan untuk menjalani dan menyambut tahun baru nanti.

Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan?

Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.

Secara lebih rinci, berikut adalah beberapa kerusakan yang terjadi seputar perayaan tahun baru masehi.

1. Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan 'Ied (Perayaan) yang Haram

Anas bin Malik mengatakan, “Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, “Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha”.

2. Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir

Dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”

3. Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru

“Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama'ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”

4. Kerusakan Keempat: Mengucapkan Selamat Tahun Baru yang Jelas Bukan Ajaran Islam

Komisi Fatwa Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “Apakah boleh mengucapkan selamat tahun baru Masehi pada non muslim, atau selamat tahun baru Hijriyah atau selamat Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? ” Al Lajnah Ad Daimah menjawab, “Tidak boleh mengucapkan selamat pada perayaan semacam itu karena perayaan tersebut adalah perayaan yang tidak masyru’ (tidak disyari’atkan dalam Islam).

5. Kerusakan Kelima: Meninggalkan Shalat Lima Waktu

Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, ”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”

Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.

6. Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat

Begadang tanpa ada kepentingan yang syar'i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat 'Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”

7. Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina

Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan  jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi.

8. Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin

Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”

9. Kerusakan Kesembilan: Melakukan Pemborosan yang Meniru Perbuatan Setan

 “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

10. Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga

Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah, bukan dengan menerjang larangan Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”

Sumber:  rumaysho.com

Tuesday, December 23, 2014

BACA DENGAN IMAN : SAKSIKAN YA RABB TELAH KAMI SAMPAIKAN.
Bumi yang semakin tua terhampar luas sejauh mata memandang. Lalu, langit menaungi tanpa syarat. Seluruh alam bertasbih menurut peredarannya. Semua jadi pertanda kebesaran-Nya. Allah bisa sangat lembut dengan sifat-Nya yang Maha Pemurah. Tapi, Allah pun bisa sangat murka jika hamba-hamba-Nya berbuat kemunkaran di luar batas. Ada dua kejadian yang membuat langit hampir saja pecah.
PERTAMA :
LANGIT NYARIS PECAH KARENA MANUSIA MENGANGGAP BAHWA ALLAH ITU MEMPUNYAI ANAK
Dalam Alquran, hal itu ditegaskan pada ayat:
"Hampir saja langit pecah dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh (karena ucapan itu) karena mereka menganggap Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak," (QS Maryam: 90-91).
Tidak bisa dibayangkan betapa dahsyatnya murka Allah karena menilai bahwa Allah memiliki anak. Allah yang memiliki sifat mukhalafatu lil hawadits (berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya) disamakan dengan manusia (yang berkembang dengan cara beranak) yang justru diciptakan untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya.
Untuk itu, Allah menegaskan dalam Alquran surat Al-Ikhlash ayat 3-4, ”Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.”
Padahal, selalu ada hal yang tak bisa dijelaskan dengan logika atau akal manusia. Di situlah kebesaran Allah akan semua rahasia dan ketetapan-Nya.
Karena itu, penyamaan Allah dengan makhluk ciptaannya –manusia– merupakan perbuatan yang sangat tercela. Apalagi menganggap bahwa Dia Yang Mahaperkasa mempunyai anak: Allah akan sangat murka.
KEDUA :
YANG MEMBUAT LANGIT HAMPIR PECAH ADALAH KEAGUNGANNYA
Dijelaskan dalam Alquran surat asy-Syura ayat 5:
"Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS asy-Syura: 5)
Begitu indah bahasa Alquran menggambarkan kejadian itu. Di mana para malaikat bertasbih memuji kebesaran Allah SWT serta memohonkan ampunan bagi manusia di bumi. Dan kejadian tersebut nyaris membuat langit pecah.
Allāhu Akbar (الله أكبر), Allāhu Akbar (الله أكبر), Allāhu Akbar (الله أكبر),
Betapa indah dan agungnya Allah. Kekuasaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Sampai-sampai takkala Nabi Musa ingin melihat Allah SWT di Bukit Tursina, lalu Allah menampakkan kebesaran-Nya pada langit, bukit tersebut hancur dan Nabi Musa jatuh pingsan. Langit pun hampir saja pecah karena takjub dan tak mampu melihat kebesaran dan keagungan Ilahi Rabbi. Subhanallah.

Sunday, December 21, 2014

Universitas Lampung, 21 Desember 2014 - Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi UKMF Rohani Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung yang telah mengadakan Laporan Pertanggung Jawaban Sementara (LPJS). Acara yang berlangsung pagi tadi sampai siang sekitar pukul 14.00 WIB. Acara ini sedikit mundur dua jam, waktu yang direncanakan mulai pada pukul 08.00 wib ternyata di mulai pada pukul 10.00 wib.  Hal ini terjadi karena pengurus yang masih menyiapkan segala bahan LPJS yang akan disidangkan kepada alumni Rois Feb Unila.

Laporan pertanggung jawaban sementara ini diadakan yang bertujuan tidak lain hanya untuk mengevaluasi kinerja para pengurus selama satu semester. Dan juga acara ini bertujuan sebagai evaluasi program dakwah yang bersinergi menuju insani rabbani. Karena setiap pekerjaan harus ada evaluasi agar mengetahui sejauh mana hasil yang di perolaeh selama menjalankan amanah yang sedang dijalankan. 

Acara ini berlangsung dengan lancar dan tanpa ada kendala apapun. Semua pengurus Rois Feb Unila yang di sidang untuk melaporkan segala programkerja yang telah terealisasi sselama satu semester. Pengurus Rois feb yang di sidang tenang dalam menjalani proses pertanggung jawaban ini. Pengurus Rois Feb terdiri dari 10 oarang laki-laki dan 11 orang perempuan, semua itu tergabung dalam departemen, badan, dan biro. 

Banyak kritikan dan masukan yang diberikan oleh para alumni Rois dalam penyampaiannya untuk semua kinerja pengurus rois. Kritikan dan masukan itu bertujuan untuk membangun kinerja pengurus rois feb agar program kerja berjalan dengan baik lagiuntuk kedepannya di semester genap. Kritikan dan masukan itu juga sebagai tanda kasih sayang dan peduli para alumni terhadap pengurus Rois Feb Unila priode 2014-2015.

Setelah acara pertanggung jawaban sementara usai, semua pengurus rohani islam juga berkumpul kembali dalam pembahasan evaluasi kepanitiaan khususnya para kahfi yang menjadi panitia dalam acara laporan pertanggung jawaban sementara. Dalam evaluasinya, jangan kita merasa senang dengan suksesnya acara ini , karena kerja dakwah di depan masih panjang. Dan juga harus memaafkan kesalahan orang lain,karena setiap interaksi pasti ada dampak yang mampu menyakiti hati orang lain.”jelas Singgih Samsuri selaku ketua umum Rohani Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Di tulis oleh : Khoiruddin

Saturday, December 13, 2014

<![endif]-->
ROIS CHEF merupakan agenda ROIS memasak yang diselenggarakan oleh pengurus Rois Feb Unila yang bertujuan untuk mempererat silaturahim dan kekompakan antarpengurus. Agenda  ini dilaksanakan pada Sabtu,13 Desember 2014 pada pukul 10.00 WIB di Gedung FISIP lantai 2. Sistem agenda Rois Chef ini dilakukan dengan berkompetisi masak dari masing-masing Departemen, Biro dan Badan Rois. Namun hal ini terjadi penggabungan antara Departemen, Biro dan Badan sehingga menjadi 5 tim, yaitu: 
Tim chef pertama Presidium dan BUM (Biro Usaha Mandiri).
Tim chef kedua Humas dan Kaderisasi.
Tim chef ketiga KSEI dan BBQ.
Tim chef keempat Syiar Islam dan BPH
Tim chef kelima Kemuslimahan dan P2K.

Kelima Tim itu berkompetisi untuk menghidangkan masakan terlezat dan terunik sesuai menu masing-masing yang telah di konsep dan direncanakan sebelumnya. Mereka menyiapka konsep menu sayur asem sambel teri just pudding, soup ceker jamur krispi jus natadekoko, capcay sambel  ikan, ikan bakar sayur kangkung, dan masih banyak lagi. Rasa yang beranekaragam yang mereka hidangkan masing-masing untuk para juri. 

Agenda Rois Chef ini berlangsung dengan lancar dan teratur, karena di pandu oleh para alumni Rois Feb yang hadir. Akan tetapi Alumni Rois sekaligus menjadi juri masakan kami, masing-masing juri ikhwan akhwat di pisah tersendiri sampai selesai menilai masakan kami masing-masing. 

Para tim masing-masing sibuk dengan masakannya tersendiri yang sedang mereka kerjakan, ada yang gupek, ada yang tenang dan juga ada yang rempong. Waktu pun berjalan selama 2 jam sehingga mendekati batas habis waktu yang di berikan oleh panitia. Kemudian masing-masing juri menilai dan mencicip dan mencicip masakan kami. Salah satu juri menilai dan mengomentari ada yang keasinan dan ada juga yang di puji. 

Di akhir season nilai itu pun di rekap  menjadi satu sehingga masing-masing tim pun penasaran siapakah yang akan menjadi The Winner. Pengumuman pun dibacakan dan akhirnya juara pertama di raih oleh Tim chef pertama Presidium dan BUM (Biro Usaha Mandiri). Juara kedua di raih oleh Tim chef ketiga KSEI dan BBQ. Dan juara ketiga di raih oleh Tim chef keempat Syiar Islam dan BPH. Setelah  mereka mengetahui kemenangannya mereka bersorak bergembira atas kemenangannya. 

Kita bersama disini sadar bahwa agenda ini yang di cari bukannya kemenangannya akan tetapi proses dalam memanejemen ego dan rasa individual. Sehingga agenda bertujuan untuk mempererat tali silaturahim baik antarpengurus dengan pengurus, pengurus dengan kahfi maupun pengurus dengan alumni.

Selain diadakannya agenda bertujuan untuk mempererat tali silaturahi tetapi juga agenda ini sebagai rasa syukur kita bahwasannya Rois Feb Unila telah bertambah umur yang ke-21. Dengan momentum ini kita menjadikan hal ini sebagai tasyakuran kami kepada Allah yang telah melanggengkan UKMF ROIS FEB Unila dari berdirinya ROIS pada 12 Dessember 1993 sampai sekarang 12 Desember 2014.

Semoga Allah Swt senantiasa memberikan Taufik Rahmat Berkah, Lindungan & keselamatan, Rezeki & hidayah serta Ridho-Nya Dan juga semoga Allah memberikan kejayaan dan kelanggengan Hingga menjadi wadah pembentukan dakwah Islamiyah.
Aamiin



Ingat waktu

Categories

Comments

Pages

Selamat Anda Pengunjung ke

Popular Posts

Hikmah Bersaudara

facebook